Jumat, 25 September 2009

menara kaca.

Kuperhatikan angin yang menari bersama dedaunan kering, bangku kayu taman yang terdiam sunyi seolah iri dengan kebersamaan itu. langit pun terus mengawasi keindahan yang ada. awan terus bergerak seolah ikut menari. matahari terus turun perlahan, seakan ingin terus berada di atas namun tak sanggup. inginku keluar, ikut berdansa bersama angin dan daun yang tampak berseri. namun apa daya, aku terperangkap dalam menara indah ini. betapa ku menyesal pernah melihat keindahan seperti ini, keindahan yang tak terungkap oleh sejuta kata. keindahan sempurna yang membawaku terhanyut dalam untaian kebohongan semata. kini aku terperangkap oleh kesempurnaan yang selalu kukagumi. keindahan menara kaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar